Senin, 12 Juli 2010

Sedekah Untuk Anak Yatim - Rumah Dhuafa

Anda ingin bersedekah menyantuni memelihara serta menyayangi para anak yatim dan dhuafa mari bersama kita bangun peradaban bersama Rumah Dhuafa informasi Hubungi 021-8856530- 081383650665

Kedudukan anak yatim dalam Al Quran sangat diprioritaskan untuk memperoleh kasih sayang. Rasulullah saw pernah bersabda. ” Sesungguhnya apabila anak yatim dipukul dan menangis maka goncanglah Arsy Allah SWT. Pada saat itulah Allah bertanya, Hai malaikat – malaikatKu, siapakah yang menyakiti anak ini? ”

Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, “ Barang siapa melindungi anak yatim dengan makanan dan minumannya maka Allah SWT mewajibkan surga baginya. ”

Memberikan sedekah pada anak yatim ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah ,antara lain yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Ia menceritakan, pada suatu hari raya ketika Rasulullah saw berangkat Shalat Ied, ia melihat seorang bocah berpakaian kumal sedang menangis. Padahal disekelilingnya banyak anak–anak yang sedang riang gembira. Maka Rasulullah segera mendekati anak tersebut. “ Hai nak, kenapakah engkau menangis? ” Tanya Rasulullah. “ Aku tidak punya pakaian baru yang bagus seperti mereka, Bapak,” jawab anak tersebut yang tidak mengetahui bahwa yang sedang dihadapannya itu Rasulullah.

“ Siapakah orang tuamu dan dimanakah mereka sekarang? ”

“ Wahai Bapak, ayahku telah meninggal dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah. Kemudian ibuku menikah dengan laki-laki lain, dan suami ibuku mengusirku. Padahal mereka menempati rumah dan mewarisi semua peninggalan ayahku.”

Rasulluluh membujuknya untuk diam . Kemudian ia berkata, “ Maukah engkau menjadikan aku ayahmu dan Aisyah ibumu, lalu Ali pamanmu , sedangkan Hasan , Husein serta Fatimah menjadi saudara-saudaramu? ”

Tahulah anak itu, bahwa yang sedang bicara dengannya adalah Rasulullah. Maka jawabnya, “ Kenapa tidak mau ya Rasullullah? ” Seketika itu Rasulullah membawa pulang anak itu. Lebih dulu Anak itu beliau beri makan dan minum sepuasnya, kemudian beliau beri pakaian yang bagus dan sedikit wewangian . Setelah berpakaian rapi, anak itu tampak riang gembira dan membaur dengan gerombolan anak-anak yang lainnya.

“ Siapakah yang telah membelikan pakaian bagus untukmu? ” Tanya teman-temannya.

“ Rasulullah, kini beliau telah menjadi ayahku ”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar